Tridarma Yoga Beberkan Dugaan Penggelapan Miliaran Dana Koperasi oleh Dedek Pradesa

Dana Koperasi Masuk Rekening Pribadi? Mantan Manajer Tuding Anggota DPRD Langkat

Tridarma Yoga Beberkan Dugaan Penggelapan Miliaran Dana Koperasi oleh Dedek Pradesa
Mantan Manajer Koperasi Pradesa Mitra Mandiri Bongkar Dugaan Penggelapan Dana Nasabah oleh Oknum DPRD Langkat

LINTASTIMURMEDIA.COM – LANGKAT, SUMATERA UTARA – Dugaan skandal keuangan besar kembali mencuat di tubuh koperasi. Kali ini, mantan Manajer Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Pradesa Mitra Mandiri yang telah dilikuidasi, Try Darma Yoga, menuding Ketua Koperasi sekaligus anggota DPRD Kabupaten Langkat dari Partai Gerindra, berinisial DP, sebagai aktor utama dalam dugaan penggelapan dana nasabah yang nilainya ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah.

Dalam konferensi pers yang digelar di depan Pengadilan Negeri Langkat pada Selasa, 11 Juni 2025, Try Darma Yoga menyampaikan pengakuan mengejutkan. Ia mengaku menjadi kambing hitam dalam kasus dugaan penyelewengan dana koperasi tersebut. Yoga menegaskan bahwa ia hanya dijadikan boneka dalam skema yang dikendalikan langsung oleh DP.

“Saya memiliki bukti-bukti tak terbantahkan. Dana nasabah dalam jumlah besar, puluhan miliar, dialirkan langsung ke rekening pribadi Bapak Pradesa melalui saya, bendahara, teller, dan beberapa pegawai koperasi,” ungkap Yoga kepada wartawan.

Lebih lanjut, Try Darma mengaku bahwa kendati menjabat sebagai manajer koperasi, seluruh kebijakan strategis dan keputusan penting berada sepenuhnya di tangan DP.

“Semua keputusan penting, dari pencairan dana hingga penggunaan anggaran, dikendalikan langsung oleh Bapak Pradesa. Saya hanya menjalankan perintah,” imbuhnya.

Tak berhenti sampai di situ, Yoga juga menyerukan investigasi menyeluruh terhadap harta kekayaan pribadi Dedek Pradesa S.Sos. Ia mendesak penegak hukum untuk segera membuka Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik DP dan memeriksa seluruh rekening bank pribadinya.

Pernyataan Tridarma Yoga tersebut diperkuat oleh kesaksian Bayu Fajar, Bendahara KSPPS Pradesa Mitra Mandiri, dalam sidang yang digelar pada 28 Mei 2025. Dalam persidangan, Bayu secara terbuka mengakui bahwa ia tidak pernah mentransfer dana ke rekening Yoga, melainkan langsung ke rekening pribadi Dedek Pradesa.

“Saya tidak pernah mentransfer dana ke rekening Tridarma. Semua dana yang saya proses ditransfer langsung ke rekening pribadi Pak Pradesa,” tegas Bayu di hadapan majelis hakim.

Sebelumnya, Dedek Pradesa S.Sos juga sempat dilaporkan oleh seorang nasabah koperasi ke Polda Sumatera Utara pada September 2023 dengan dugaan penggelapan dana sebesar Rp7 miliar. Laporan tersebut teregister dalam nomor STTPL/B/1078/IX/2023/SPKT/Polda Sumut, dengan sangkaan melanggar pasal 378, 374, subsider 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.

Dalam laporan tersebut, Tridarma Yoga disebut sebagai saksi kunci yang turut membeberkan berbagai dugaan kecurangan DP dalam pengelolaan dana koperasi. Namun, penyelidikan oleh Polda Sumut secara mengejutkan dihentikan melalui SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan), tanpa alasan yang jelas.

Yoga pun mengungkapkan rasa kecewa dan menduga bahwa penghentian penyelidikan itu bisa jadi merupakan bagian dari strategi untuk membungkam dirinya.

“Saya tidak tahu apakah ini menjadi motif balas dendam dari Pak Pradesa, sehingga saya dilaporkan balik dan dijadikan tumbal atas semua skandal keuangan di tubuh koperasi,” ujarnya pilu.

Ia pun meminta aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan dan KPK, untuk mengambil langkah tegas. Ia mendesak agar DP dihadapkan ke meja hijau guna mempertanggungjawabkan seluruh tindakan dan aset yang diduga dibeli menggunakan uang nasabah koperasi.

“Saya tahu betul bahwa dana nasabah dibelikan aset pribadi. Ada tanah, pembangunan perumahan, dan pembukaan usaha kafe kopi. Tapi semua atas nama keluarga dan orang tuanya, bukan atas nama pribadinya,” ungkap Yoga.

Pernyataan Yoga ini mempertegas pentingnya dilakukan investigasi yang transparan dan menyeluruh terhadap dugaan praktik korupsi di lingkungan koperasi, terutama yang melibatkan pejabat publik. Nasib ribuan nasabah KSPPS Pradesa Mitra Mandiri kini terombang-ambing, dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga koperasi menjadi taruhan besar.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media telah berupaya menghubungi Dedek Pradesa melalui pesan WhatsApp guna meminta klarifikasi resmi. Namun, tidak ada tanggapan yang diberikan oleh yang bersangkutan. Sikap bungkam DP semakin memperkuat dugaan bahwa apa yang diungkapkan Tridarma Yoga bukan isapan jempol semata.