Lapak Baca Gratis dan Edukasi Lingkungan Meriahkan Taman Melayu Besar Rokan Hilir

KIM Tepak Sirih dan KKN Universitas Riau gelar lapak baca gratis dan edukasi lingkungan di Taman Melayu Besar, Rokan Hilir, disambut antusias warga.

Lapak Baca Gratis dan Edukasi Lingkungan Meriahkan Taman Melayu Besar Rokan Hilir
Mahasiswa KKN Tematik Literasi Universitas Riau bersama anggota KIM Tepak Sirih saat menggelar lapak baca gratis dan edukasi lingkungan di Taman Kepenghuluan Melayu Besar, Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Rokan Hilir.

LINTASTIMURMEDIA.COM – ROKAN HILIR – Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Lembaga Tepak Sirih bersama Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Universitas Riau menggelar kegiatan lapak baca gratis dan edukasi lingkungan di Taman Kepenghuluan Melayu Besar, Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

Kegiatan literasi dan pelestarian lingkungan ini telah dimulai sejak hari libur kemarin dan kembali dilaksanakan pada Minggu hingga Selasa (15 Juli 2025), mendapat apresiasi luas dari masyarakat sekitar. Program ini menjadi alternatif positif di tengah maraknya penggunaan gawai berlebihan di kalangan anak-anak dan remaja.

Muhammad Sarbaini, pendiri Lembaga Tepak Sirih sekaligus Ketua KIM, menyampaikan pentingnya menciptakan gerakan literasi yang sehat sebagai bentuk perlawanan terhadap dampak negatif teknologi. “Kami melihat ada kondisi yang mengkhawatirkan: candu terhadap HP. Maka kampung ini harus menciptakan atmosfer yang sehat, khususnya untuk anak-anak. Melalui semangat literasi, kami berharap bisa menumbuhkan kembali minat baca anak-anak dan generasi muda,” tegasnya.

Pemuda yang akrab disapa Rahmat Pantun ini juga menambahkan bahwa fungsi buku sejatinya memiliki dimensi sosial yang kuat. “Kami membuka lapak baca gratis setiap hari libur dan setiap Minggu sore. Tapi kegiatan taman literasi tidak hanya sebatas lapak baca saja. Sejak awal pendirian, kami juga mengadakan kegiatan literasi seni-budaya dan aksi sosial masyarakat lainnya yang menyasar anak-anak dan kalangan muda,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa buku tidak hanya sebagai sumber pengetahuan, melainkan dapat menjadi alat transformasi sosial. “Dari buku, kami menemukan banyak realitas yang perlu diperbaiki. Maka kami ubah fungsi buku menjadi fungsi sosial. Dan kali ini, kami sangat bersyukur bisa berkolaborasi dengan teman-teman dari KKN Tematik Literasi Universitas Riau yang tengah menjalankan program di desa kami,” tambah Rahmat Pantun.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Datuk Penghulu Melayu Besar yang menyambut baik inisiatif literasi dan edukasi lingkungan yang digagas Lembaga Tepak Sirih. Ia menilai taman desa harus dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif dan edukatif.

“Baru kali ini ada lapak baca gratis di Taman Kepenghuluan Melayu Besar. Ini sangat membuka variasi kegiatan anak-anak dan warga. Kegiatannya asyik dan bernilai edukatif. Kalau ada hal-hal yang ingin disampaikan atau program lanjutan, kami siap mendukung sepenuhnya kegiatan Lembaga Tepak Sirih,” pungkas Datuk Penghulu.