Wako Pekanbaru Agung Nugroho Tinjau TKA SMPN 21, Soroti Fasilitas Sekolah

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho meninjau pelaksanaan TKA 2025/2026 di SMP Negeri 21 Pekanbaru, memastikan ujian berjalan lancar sekaligus menyoroti kekurangan sarana seperti komputer rusak.

Wako Pekanbaru Agung Nugroho Tinjau TKA SMPN 21, Soroti Fasilitas Sekolah
Khawatir Pelaksanaan TKA Terganggu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Tinjau Langsung SMP Negeri 21

PEKANBARU – LINTASTIMURMEDIA.COM – Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, turun langsung meninjau pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) Nasional Tahun Pelajaran 2025/2026 tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMP Negeri 21 Pekanbaru, Senin (6/4/2026).

Kunjungan ini dilakukan pada hari pertama pelaksanaan TKA yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia mulai 6 hingga 9 April 2026. Momentum ini menjadi bagian penting dalam evaluasi mutu pendidikan nasional, khususnya dalam mengukur capaian akademik siswa SMP di berbagai daerah, termasuk di Kota Pekanbaru.

Sejak pagi hari, pelaksanaan TKA di SMP Negeri 21 Pekanbaru berlangsung dalam beberapa sesi ujian dengan pengawasan ketat dari panitia dan pengawas ruang. Para siswa tampak serius dan fokus mengikuti ujian berbasis komputer tersebut, yang mencakup sejumlah mata pelajaran inti sebagai indikator kompetensi akademik.

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota Agung Nugroho tidak hanya memastikan kelancaran teknis pelaksanaan ujian, tetapi juga meninjau langsung kondisi lingkungan sekolah serta kesiapan sarana pendukung. Ia mengaku sempat diliputi kekhawatiran terhadap potensi gangguan akibat kondisi cuaca ekstrem yang melanda Kota Pekanbaru pada malam sebelumnya.

“Hari ini kita meninjau pelaksanaan TKA di SMP Negeri 21. Kami sempat khawatir bangunan sekolah tergenang air karena hujan cukup deras tadi malam,” ujar Agung Nugroho saat diwawancarai di lokasi.

Namun demikian, dari hasil pantauan di lapangan, pelaksanaan ujian tetap berjalan dengan lancar tanpa hambatan berarti. Genangan air yang dikhawatirkan sebelumnya tidak sampai mengganggu aktivitas siswa maupun proses ujian di dalam ruangan.

Meski demikian, Wali Kota Pekanbaru itu juga menyoroti sejumlah kekurangan yang masih ditemukan, khususnya terkait sarana dan prasarana pendidikan yang dinilai perlu segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Ia mengungkapkan bahwa beberapa perangkat penunjang, seperti komputer yang digunakan dalam pelaksanaan ujian berbasis digital, sudah mengalami kerusakan akibat usia pemakaian yang cukup lama. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat optimalisasi pelaksanaan ujian di masa mendatang apabila tidak segera dilakukan pembaruan.

“Memang masih ada kekurangan pada peralatan-peralatan sekolah yang perlu diperbaharui. Termasuk beberapa unit komputer yang sudah rusak karena termakan usia. Mudah-mudahan Pemerintah Kota Pekanbaru dapat segera mengalokasikan anggaran untuk pembenahan tersebut,” tambahnya.

Lebih lanjut, Agung menegaskan komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, baik dari sisi infrastruktur, fasilitas belajar, maupun dukungan terhadap pelaksanaan program-program evaluasi nasional seperti TKA.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan TKA tidak hanya bergantung pada kesiapan siswa, tetapi juga pada dukungan sarana yang memadai serta lingkungan belajar yang kondusif. Oleh karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat bersinergi dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di Pekanbaru.

Dengan adanya peninjauan langsung ini, diharapkan pelaksanaan TKA di Kota Pekanbaru dapat berjalan optimal hingga hari terakhir, sekaligus menjadi momentum evaluasi untuk perbaikan sistem pendidikan ke depan demi mencetak generasi yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional.