Tokoh Riau Wan Abu Bakar Usulkan Siak Jadi Kabupaten Istimewa, Bukan Provinsi Riau
LINTAS TIMUR MEDIA
LINTASTIMURMEDIA.COM - Jakarta, 20 Mei 2025 - Tokoh masyarakat Riau, Wan Abu Bakar, menyatakan ketidaksepakatannya terhadap wacana menjadikan Provinsi Riau sebagai daerah istimewa. Menurutnya, yang lebih layak menyandang status istimewa justru adalah Kabupaten Siak, mengingat kekayaan nilai historis dan kulturalnya sebagai pusat Kesultanan Melayu Siak yang berperan penting dalam sejarah Indonesia.
“Kalau saya tak sependapat Riau menjadi daerah istimewa. Yang seharusnya menjadi daerah istimewa itu adalah Kabupaten Siak. Karena di sana ada catatan sejarah Kesultanan, seperti halnya Yogyakarta,” ujar Wan Abu Bakar saat diwawancarai media melalui sambungan telepon WhatsApp dari Jakarta.
Sebagai mantan Wakil Gubernur dan Gubernur Riau, Wan Abu Bakar memiliki pandangan mendalam soal dinamika otonomi daerah dan kekayaan budaya lokal. Ia menegaskan bahwa dirinya bersama Himpunan Masyarakat Siak, Riau, dan Pekanbaru akan menggelar sebuah simposium nasional dalam waktu dekat. Agenda tersebut dirancang khusus untuk memperkuat argumentasi historis, sosiologis, dan politis bahwa Siak layak ditetapkan sebagai Kabupaten Istimewa di Indonesia.
“Simposium nanti akan mengundang para pakar dari dalam dan luar negeri, termasuk dari Medan dan Malaysia. Unsur pemerintahan pusat pun akan kami libatkan untuk memperjuangkan status istimewa Kabupaten Siak,” tambahnya.
Ketika dimintai tanggapan soal aspirasi sebagian masyarakat yang ingin menjadikan Provinsi Riau sebagai daerah istimewa, Wan Abu Bakar kembali menegaskan bahwa hanya Siak yang memiliki fondasi kuat untuk itu. Menurutnya, Sejarah Kesultanan Siak Sri Indrapura, peran kulturalnya di masa lalu, serta kontribusi terhadap perjuangan bangsa merupakan dasar utama yang tak bisa diabaikan.
“Yang istimewa itu Siak, bukan Riau. Siak telah memberikan andil besar dalam sejarah dan kekayaan budaya Nusantara. Provinsi Riau itu payung yang mengayomi semua kabupaten, jadi tak perlu dijadikan istimewa. Cukup Siak yang punya landasan sejarah kuat,” tegasnya.
Wan Abu Bakar juga menyampaikan bahwa simposium nasional penguatan status istimewa Siak akan digelar usai pelantikan Bupati Siak terpilih. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Siak mendukung penuh upaya strategis tersebut demi mengangkat derajat sejarah dan budaya lokal ke level nasional.
“Saya yakin Siak punya potensi besar untuk menjadi Kabupaten Istimewa di Indonesia. Argumentasinya bisa diterima secara akal sehat dan didukung bukti sejarah yang kuat,” pungkasnya.
Gagasan ini menjadi sorotan baru dalam diskursus otonomi daerah dan pengakuan warisan budaya lokal. Usulan menjadikan Siak sebagai Kabupaten Istimewa dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat identitas daerah berbasis sejarah, sekaligus membuka peluang pemerataan pengakuan simbolik terhadap wilayah yang berjasa dalam pembentukan jati diri bangsa.






















