Siapa Aktor Intelektual Konflik Di Dua Provinsi Hingga Telan Korban Jiwa.
#LINTASTIMURMEDIA.COM
LINTASTIMURMEDIA.COM - Bagansiapiapi -Masuknya Kapal Tang Kerang Asal Tanjung Balai Jum’at malam 22/09 Diperairan Bagansiapiapi disekitar Serusa dan Sungai nyamuk menjadi pertikaian antara Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dengan Ketua Lembaga Tinggi Komando Pengendalian Stabilitas Ketahanan Nasional (LT.KPSKN) Taufiq Kordinator Daerah (Korda) Tanjung Balai Sumatra Utara (Sumut).
Alat Tangkap Kerang Tank Awalnya Ketua LT. KPSKN Taufiq bersilaturahmi ke Bagansiapiapi menemui Ketua HNSI Rohil Junaidi, Pertemuan dua daerah tersebut terkait permasalahan nelayan di dua Propinsi mencari makan dilaut karna masih di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak membedakan suku dan Daerah.
Kunjungan Taufiq disambut Baik Oleh Ketua HNSI Rohil Junaidi bertempat diwarung Kopi di Bagansiapiapi membicarakan permasalahan nelayan.
Taupiq mengatakan, “Untuk menghindari pertikaian antara nelayan, apa yang harus kami taati dan peraturan apa yang manjadi tradisi alat tangkap nelayan bagan, Tanya Taufiq kepada Junaidi.
Junaidi Menjawab, ” Permasalahannya Alat Tangkap saja Tank Kerang yang dimiliki Nelayan dari Sumut, karna Alat Tank kerang itu sifatnya merusak Habitat Laut, nelayan bagan memakai alat tangkap tradisional, karna nelayan bagan menjaga kelestarian dan menjaga perkembangbiakan kerang, pemerintah daerah kini sedang mengalahkan itu. Jawab Junaidi yang bertahan pada Prinsipnya.
Lanjud Junaidi, Jika nelayan Tanjung Balai mau memakai alat tangkap tradisional ya silahkan, karna bapak bupati kita juga tidak melarang, ungkap Junaidi menirukan perkataan orang No 1 dirohil Afrizal Sintong, Sip.
Ironisnya, “Pulangnya Pihak Taufiq ke Tanjung Balai, Puluhan Kapal Tank Kerang yang diduga Pasukan milik Hj Omsi mengeruk Kerang diperairan Bagansiapiapi didaerah Serusa dan Sungai nyamuk, Ribuan Karung berisikan Kerang Bulu dibawa ke Tanjung Balai.
Informasi yang dihimpun media Lintas Timur Media Com, hasil confirmasi dengan pengusaha atau Bos Kerang asal tanjung balai, “Benar kapal tersebut miliknya.
“Benar, Kapal Tank Kerang datang ke Bagansiapiapi miliknya, karna kami dapat informasi dari Wak Wak dibagan malam ini situasi aman mengambil kerang bulu, makanya saya suruh nelayan saya mencuri kesana” Jawab Hj Omsi.
Ditanyai kembali, Apakah Buk Hj tidak mencoba kordinasi dengan Pihak Nelayan Bagan atau aparat tempatan agar tidak terjadi hal yang ngak diinginkan, seperti kejadian Nelayan Tanjung Balai yang mati ditembak oleh Aparat, apakah ibuk tidak kasihan.
Hj Omsi menjawab, “Sudah tentu jelas saya kasihan pak, namanya nalayan saya, kejadian itu penyebabnya Ketua HNSI Penipahan yang mengkhianati saya, imbasnya nelayan saya jadi korban.
“Untuk kordinasi dengan aparat terkait sudah, mereka mau bantu kok, hanya ketua HNSI Bagansiapiapi yang susah diajak kerjasama, sampai saat ini saya hanya kordinasi dengan Nelayan Bagansiapiapi. Terang Hj Omsi.
Penyebab pertikaian antara Taufiq dan Junaidi hanya Miskomunikasi (Miscommunication) permasalahan sepele jangan dibesar besarkan, karna diduga ada pihak pihak secara sengaja mengambil kesempatan.
Hal ini menjadi Tugas Kementerian Kelautan, dan Perikanan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang kelautan, dan perikanan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Dalam melaksanakan tugas, Kementerian Kelautan, dan Perikanan menyelenggarakan fungsi:
– PERUMUSAN, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang kelautan, dan perikanan.
– PENGELOLAAN barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Kelautan, dan Perikanan.
– PENGAWASAN atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Kelautan, dan Perikanan
pelaksanaan bimbingan teknis, dan supervisi atas.
– PELAKSANAAN urusan Kementerian Kelautan, dan Perikanan di daerah
– PELAKSANAAN kegiatan teknis yang berskala nasional.
Reporter Panca Sitepu
Editor Thab411





















