Setahun Memimpin, Afni-Syamsurizal Benahi Siak dari Utang dan Infrastruktur

Memasuki satu tahun kepemimpinan, Bupati dan Wakil Bupati Siak Afni-Syamsurizal mencatat berbagai capaian strategis, mulai dari pembenahan BUMD, pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, hingga pembayaran utang daerah sebesar Rp231,7 miliar di tengah tekanan fiskal yang berat.

Setahun Memimpin, Afni-Syamsurizal Benahi Siak dari Utang dan Infrastruktur
Setahun Kepemimpinan Afni-Syamsurizal di Siak: Benahi BUMD, Bangun Infrastruktur Hingga Pelosok, Bayar Utang Daerah Rp231,7 Miliar

SIAK SRI INDRAPURA, LINTASTIMURMEDIA.COM – Tepat pada 4 Juni, genap satu tahun perjalanan pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Siak, Afni-Syamsurizal, memimpin Kabupaten Siak. Tahun pertama kepemimpinan ini bukanlah perjalanan yang mudah. Pemerintah Kabupaten Siak harus menghadapi tantangan besar berupa tekanan fiskal yang berat, pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat, serta beban warisan utang daerah yang disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah pemerintahan Kabupaten Siak.

Meski berada dalam situasi yang penuh keterbatasan, roda pembangunan dan pelaksanaan visi-misi daerah tetap berjalan. Berbagai sektor strategis mulai dari tata kelola pemerintahan, penguatan ekonomi daerah, pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga kesejahteraan masyarakat terus menjadi fokus utama pemerintahan Afni-Syamsurizal.

Sejak awal masa kepemimpinannya, Afni-Syamsurizal langsung melakukan sejumlah langkah korektif yang berdampak langsung terhadap masyarakat. Salah satunya melalui intervensi harga eceran tertinggi LPG 3 kilogram yang berhasil ditekan dari Rp23 ribu menjadi Rp21 ribu per tabung.

Selain itu, pemerintah daerah juga menerapkan efisiensi anggaran secara menyeluruh melalui pengurangan biaya perjalanan dinas, rasionalisasi berbagai pos belanja, serta penataan birokrasi guna menciptakan struktur organisasi yang lebih efektif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Reformasi BUMD dan Kebangkitan Sumber Pendapatan Daerah

Salah satu fokus utama pemerintahan Afni-Syamsurizal adalah melakukan pembenahan menyeluruh terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang selama ini menjadi salah satu instrumen penting dalam menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Langkah tegas dilakukan melalui pergantian seluruh jajaran komisaris pada sejumlah BUMD. Kebijakan tersebut menjadi titik awal transformasi terhadap perusahaan-perusahaan daerah yang sebelumnya mengalami berbagai persoalan, termasuk kondisi keuangan yang kurang sehat.

Hasilnya mulai terlihat. PT Bumi Siak Pusako (BSP), yang sebelumnya mengalami tekanan kinerja dan kerugian, berhasil melakukan rebound dan mencatatkan keuntungan hingga mencapai Rp100 miliar. Capaian ini menjadi salah satu indikator keberhasilan reformasi tata kelola perusahaan daerah yang dilakukan pemerintah.

Tak hanya itu, Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) yang sebelumnya dinilai stagnan dan kurang berkembang, kini mulai menunjukkan aktivitas ekonomi baru. Untuk pertama kalinya kawasan tersebut berhasil menarik investasi sektor industri galangan kapal dengan nilai investasi mencapai ratusan miliar rupiah.

Perkembangan tersebut menjadi sinyal positif bagi upaya diversifikasi ekonomi daerah sekaligus membuka peluang penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat Siak.

Komitmen Membayar Warisan Utang Daerah

Di tengah berbagai kebutuhan pembangunan, Pemkab Siak juga menghadapi beban besar berupa utang daerah yang diwariskan dari tahun-tahun sebelumnya.

Data pemerintah daerah menunjukkan bahwa total utang yang harus ditanggung mencapai Rp326.945.724.215,41. Hingga satu tahun masa pemerintahan berjalan, Afni-Syamsurizal berhasil menyelesaikan pembayaran utang sebesar Rp231.736.900.663,91.

Dengan demikian, masih tersisa sekitar Rp95,2 miliar utang kegiatan tahun anggaran 2024 yang harus diselesaikan, ditambah beban kewajiban sekitar Rp250 miliar pada tahun 2025 yang saat ini masih dalam proses penyelesaian.

Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Mahadar, menegaskan bahwa pembayaran utang menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah karena menyangkut hak-hak pihak ketiga yang telah melaksanakan pekerjaan pembangunan.

"Selain memastikan BUMD wajib rebound, fokus dan komitmen Pemkab Siak sesuai arahan Ibu Bupati dan Bapak Wakil Bupati tetap membayar utang, karena ada nasib pihak ketiga yang perlu diprioritaskan. Pemkab Siak optimistis dapat menyelesaikan kewajiban tersebut melalui disiplin fiskal, efisiensi anggaran, dan peningkatan PAD," ujar Mahadar.

Menurutnya, sejumlah langkah strategis telah dilakukan, mulai dari pengurangan belanja yang tidak berdampak langsung kepada masyarakat, pembatasan perjalanan dinas, penyesuaian belanja pegawai, hingga mendorong perangkat daerah sampai tingkat kecamatan untuk menciptakan inovasi peningkatan pendapatan daerah.

Pemerintah daerah juga memperkuat kolaborasi pentahelix dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta melalui pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang lebih terarah dan terintegrasi dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Program Kerakyatan Tetap Berjalan

Meski berada dalam tekanan fiskal, berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat tetap dilaksanakan.

Salah satunya adalah penyelesaian sejumlah konflik agraria melalui penyerahan Sertifikat Hak Milik (SHM) dan penerapan skema kolaborasi multipihak.

Di sektor pendidikan, lebih dari 13 ribu siswa SD dan SMP menerima bantuan seragam sekolah gratis masing-masing dua pasang. Program tersebut tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga memberdayakan pelaku usaha lokal.

Pemkab Siak turut melibatkan UMKM penjahit dalam proses pengadaan seragam. Selain itu, melalui kolaborasi bersama Baznas Siak, lebih dari 1.300 siswa dari keluarga kurang mampu juga memperoleh bantuan seragam sekolah gratis.

Pendekatan kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat juga diwujudkan melalui program Rumah Rakyat yang secara rutin dilaksanakan sebagai wadah penyampaian aspirasi masyarakat secara langsung kepada pemerintah daerah.

Program beasiswa bagi keluarga penerima PKH dan non-PKH terus berjalan. Begitu pula bantuan untuk guru Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA), Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW), kelompok rentan, penyandang disabilitas, lanjut usia, serta anak yatim yang tetap mendapatkan perhatian pemerintah daerah.

Infrastruktur Menembus Pelosok Negeri Istana

Pembangunan infrastruktur menjadi sektor yang terus dipacu selama satu tahun kepemimpinan Afni-Syamsurizal.

Pemerintah Kabupaten Siak berhasil meningkatkan jalan aspal sepanjang 4,3 kilometer yang menjangkau wilayah-wilayah pelosok kampung.

Beberapa ruas strategis yang ditingkatkan antara lain Jalan Sawit Permai–Teluk Merbau sepanjang 1,647 kilometer, Jalan Siak–Tumang sepanjang 1,712 kilometer, serta Jalan Poros Dusun Lubuk Miyam sepanjang 1 kilometer aspal dan 2,218 kilometer base.

Tak hanya mengandalkan APBD, Pemkab Siak juga sukses memperoleh dukungan pembiayaan infrastruktur dari pemerintah pusat melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) yang bersumber dari APBN.

Melalui program tersebut, dilakukan rekonstruksi Jalan Pinang Sebatang Barat–Muara Kelantan sepanjang 1,195 kilometer dengan konstruksi rigid beton bernilai lebih dari Rp15 miliar.

Selain pembangunan jalan, pemerintah daerah juga melaksanakan pemeliharaan rutin jalan sepanjang 152,30 kilometer, pembangunan semenisasi jalan sepanjang 6.946,22 meter, serta pembangunan drainase sepanjang 2.696,73 meter.

Untuk mendukung pengendalian banjir dan pengelolaan sumber daya air, normalisasi dan restorasi sungai juga telah dilaksanakan sepanjang 77 kilometer.

Air Bersih, Perumahan dan Layanan Dasar Terus Ditingkatkan

Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Pemkab Siak terus memperluas akses layanan air bersih melalui pengembangan jaringan distribusi dan sambungan rumah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Pemerintah daerah juga berhasil memperoleh dukungan APBN Tahun 2026 untuk pengembangan jaringan perpipaan dan pembangunan 498 sambungan rumah baru.

Sementara di sektor perumahan, pembangunan Rumah Layak Huni sebanyak 20 unit telah direalisasikan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan hunian yang lebih aman dan sehat.

Kesehatan dan Pertanian Jadi Prioritas Pembangunan

Di sektor kesehatan, pemerintah daerah tidak hanya mempertahankan program pelayanan kesehatan gratis, tetapi juga memperkuat sarana dan prasarana kesehatan melalui pengadaan fasilitas di 17 puskesmas, pembangunan enam puskesmas pembantu (Pustu), serta pengembangan dua rumah sakit daerah.

Pada sektor pertanian, Pemkab Siak berhasil mengakses berbagai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah pusat.

Bantuan tersebut meliputi 20 unit traktor roda empat, dua unit combine harvester, 69 unit pompa air, serta 20 unit handsprayer.

Di luar bantuan tersebut, Kabupaten Siak juga telah memperoleh persetujuan dukungan APBN untuk pembangunan jaringan irigasi pertanian dengan nilai lebih dari Rp70 miliar yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan dan produktivitas sektor pertanian daerah.

Transportasi Publik Menjangkau Wilayah 3T

Pada sektor perhubungan, Kabupaten Siak kembali memperoleh dukungan pemerintah pusat berupa empat unit bus DAMRI yang bersumber dari APBN.

Kehadiran armada baru tersebut memungkinkan pembukaan rute Tanjung Pal–Mengkapan sekaligus memperluas akses transportasi publik bagi masyarakat.

Dengan penambahan layanan tersebut, hampir seluruh kawasan kategori terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Kabupaten Siak kini telah terhubung dengan layanan transportasi umum.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan inklusif, Pemkab Siak juga mengalokasikan kendaraan khusus Angkutan Sekolah Istimewa untuk Anak Disabilitas Siak (ASIK), sehingga anak-anak penyandang disabilitas memperoleh akses pendidikan yang lebih mudah dan setara.

Menutup refleksi satu tahun pemerintahan Afni-Syamsurizal, Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Mahadar menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintah daerah akan terus bekerja keras di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi.

"Ibu Bupati dan Bapak Wakil meminta seluruh jajaran Pemkab Siak tetap bekerja sungguh-sungguh melayani rakyat Siak," tutup Mahadar.

Satu tahun pertama kepemimpinan Afni-Syamsurizal menjadi fase konsolidasi sekaligus pembuktian. Di tengah beban utang ratusan miliar rupiah dan tekanan fiskal yang tidak ringan, Pemerintah Kabupaten Siak berupaya menjaga kesinambungan pembangunan, memperkuat fondasi ekonomi daerah, serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Negeri Istana.