Wabup Siak Ajak Pesantren Manfaatkan Lahan Tidur Jadi Sumber Pangan
Wabup Siak Syamsurizal dorong pondok pesantren dan masyarakat manfaatkan lahan tidur jadi produktif untuk tekan inflasi dan dukung Program Makan Bergizi Gratis.
LINTASTIMURMEDIA.COM – SIAK – Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, mengajak pondok pesantren dan masyarakat untuk tidak membiarkan lahan kosong atau lahan tidur terbengkalai. Menurutnya, pemanfaatan pekarangan sebagai lahan produktif dengan menanam sayur-sayuran, cabai, bawang, ubi, hingga memelihara ternak ayam dan sapi, akan menjadi langkah strategis dalam mengendalikan inflasi sekaligus memperkuat kemandirian pangan di Kabupaten Siak.
Ajakan itu disampaikan Wabup Syamsurizal saat menghadiri Tasyakuran HUT RI ke-80 sekaligus peringatan Hari Lahir ke-41 Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi'in (PPHM) di Kampung Bandar Sungai, Kecamatan Sabak Auh, Minggu malam (24/8/2025).

“Kami mendorong pondok pesantren untuk mengoptimalkan lahan tidur agar produktif. Bisa ditanami cabai, kedelai, ubi, sayuran, hingga beternak ayam petelur. Langkah kecil ini memiliki dampak besar bagi pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat maupun program pemerintah,” ujar Syamsurizal.
Strategi Menghadapi Inflasi dan Mendukung Program Makan Bergizi Gratis
Syamsurizal menjelaskan, pengendalian inflasi tidak cukup hanya dilakukan lewat kebijakan pasar, tetapi juga perlu kesadaran bersama dalam memperkuat ketersediaan bahan pokok dari tingkat lokal. Ia menegaskan, pasokan cabai, telur, dan komoditas pangan lain sering menjadi penyumbang terbesar inflasi, terutama ketika harga melonjak dan stok berkurang.
“Kalau pondok pesantren mulai menanam cabai atau beternak ayam petelur, minimal bisa memenuhi kebutuhan internal santri. Kalau hasilnya banyak, bisa dijual keluar. Ini bukan hanya mengurangi ketergantungan pada pasokan luar daerah, tapi juga meningkatkan nilai ekonomi pondok,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menyoroti kaitan erat antara gerakan pemanfaatan lahan produktif dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program yang dicanangkan pemerintah pusat itu membutuhkan bahan makanan dalam jumlah masif dan berkesinambungan.
“Bayangkan, untuk satu dapur MBG dibutuhkan sekitar 3.000 butir telur per hari. Di Siak ada 52 dapur MBG. Artinya setiap hari dibutuhkan sekitar 156.000 butir telur, dan dalam 20 hari bisa mencapai 3,12 juta butir. Jika kita tidak menyiapkan pasokan sejak sekarang, tentu akan kesulitan,” terang Syamsurizal, yang juga mantan anggota DPRD Siak tiga periode.

Kemandirian Pangan Siak di Tengah Ketergantungan Pasokan Luar Daerah
Syamsurizal menekankan bahwa Kabupaten Siak bukan daerah penghasil pangan utama. Selama ini, sebagian besar kebutuhan pokok masih didatangkan dari luar daerah. Namun, ia meyakini kondisi tersebut bisa diubah bila masyarakat, pesantren, dan kelompok tani bergerak bersama.
“Kita tidak bisa selamanya bergantung dari pasokan luar. Kemandirian pangan harus dibangun dari tingkat desa, kampung, hingga pesantren. Jika pondok pesantren ikut berperan, maka Siak bisa menjadi contoh bagaimana pendidikan agama dan kemandirian ekonomi berjalan beriringan,” paparnya.
Pesan Kebangsaan di Hari Jadi Ponpes Hidayatul Mubtadi'in
Dalam kesempatan itu, Wabup Syamsurizal juga menyampaikan ucapan selamat kepada Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi'in yang genap berusia 41 tahun, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.
“Kami mengucapkan selamat Hari Jadi ke-41 Ponpes Hidayatul Mubtadi'in. Semoga semakin maju, berkembang, dan terus melahirkan generasi ulama, cendekiawan, serta pemimpin umat yang berkontribusi bagi pembangunan Kabupaten Siak,” tutupnya.





















