Satgas dan Warga Bersihkan Lapangan Jelang Penutupan TMMD Reguler 125 Kodim 0735/Surakarta
Menjelang penutupan TMMD Reguler 125 Kodim 0735/Surakarta, Satgas bersama warga bergotong royong membersihkan lapangan upacara. Persiapan matang dilakukan demi kelancaran acara puncak pada 21 Agustus 2025.
LINTASTIMURMEDIA.COM – SURAKARTA – Menjelang puncak penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-125 Tahun 2025 yang digelar Kodim 0735/Surakarta, berbagai persiapan terus dimatangkan. Upacara penutupan dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 21 Agustus 2025, pagi hari di Kota Surakarta.
Sejak Rabu pagi (20/08/2025), Satgas TMMD Kodim 0735/Surakarta bersama masyarakat, Babinsa, dan unsur terkait bahu-membahu melakukan persiapan lapangan yang akan menjadi pusat kegiatan. Lapangan yang dipilih sebagai lokasi upacara terlihat ramai dengan aktivitas gotong royong, mulai dari pemotongan rumput, pembersihan sampah dedaunan, hingga penataan fasilitas pendukung acara.
Kegiatan kerja bakti ini dipimpin langsung oleh Perwira Seksi Operasional (Pasiops) Satgas TMMD, Kapten Inf Tri Sakti Kristiyoso, yang terjun bersama anggota Satgas lain untuk memastikan kesiapan lokasi benar-benar optimal. Ia menegaskan bahwa kebersihan dan kerapian lapangan menjadi prioritas agar acara penutupan berjalan khidmat dan meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat.

“Rumput yang sudah panjang kami potong dengan mesin pemotong, sampah plastik maupun dedaunan kami bersihkan. Semua ini kami lakukan agar pelaksanaan upacara penutupan TMMD Reguler ke-125 berjalan lancar, tertib, dan tanpa hambatan,” ujar Kapten Inf Tri Sakti Kristiyoso.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa keterlibatan warga dalam proses persiapan ini menunjukkan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat. “Kami sengaja melaksanakan kegiatan ini bersama masyarakat agar dalam pelaksanaan penutupan nanti tidak terburu-buru atau mendadak. Dengan persiapan matang, acara akan lebih tertib dan bermakna,” pungkasnya.
Program TMMD Reguler ke-125 Kodim 0735/Surakarta sendiri telah berlangsung selama sebulan penuh dengan berbagai kegiatan fisik maupun non-fisik, mulai dari pembangunan infrastruktur desa, penyuluhan, hingga pembinaan wawasan kebangsaan. Upacara penutupan esok hari diharapkan menjadi simbol keberhasilan program sekaligus momentum memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.






















