Iran Peringatkan AS: Serangan Nuklir Akan Jadi Bencana Balik!

Ayatollah Khamenei peringatkan AS soal serangan ke situs nuklir Iran. Trump klaim momen bersejarah, Iran tegaskan Washington akan rugi lebih besar. Ketegangan Iran vs AS-Israel memuncak!

Iran Peringatkan AS: Serangan Nuklir Akan Jadi Bencana Balik!
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, saat menyampaikan pernyataan tegas melalui siaran televisi nasional terkait serangan Amerika Serikat ke situs nuklir Iran.

LINTASTIMURMEDIA.COM - TIMUR TENGAH, IRAN — Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah pernyataan terbaru Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, kembali disiarkan melalui akun resmi Telegram miliknya pada Rabu lalu. Dalam siaran yang juga ditayangkan di televisi nasional Iran, Khamenei secara tegas mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat atas keterlibatannya dalam konflik berkepanjangan antara Iran dan Israel.

Khamenei menegaskan bahwa campur tangan Washington dalam krisis ini justru akan menjadi bumerang yang membawa dampak buruk bagi kepentingan Amerika Serikat sendiri.

“Kerugian yang akan diderita Amerika akan jauh lebih besar dibandingkan dampak yang akan dialami Iran,” ujar Khamenei dalam rekaman tersebut, yang kini menjadi sorotan utama media-media internasional.

Sikap keras Iran tersebut menyusul konfirmasi mengejutkan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang secara terbuka mengumumkan bahwa militer AS telah bergabung dalam operasi militer Israel guna melumpuhkan infrastruktur dan kapabilitas program nuklir Iran. Pengumuman ini disampaikan Trump dalam pidato resminya pada Sabtu, 21 Juni, dan telah menimbulkan gelombang kecaman serta kekhawatiran global akan potensi eskalasi konflik skala penuh di Timur Tengah.

Trump mengungkapkan bahwa serangan strategis tersebut menargetkan tiga lokasi vital pengembangan nuklir Iran: Fordow, Natanz, dan Esfahan. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian penting dari upaya koalisi untuk menghentikan konflik yang telah memuncak sejak Israel meluncurkan serangan udara ke Iran pada 13 Juni 2025.

“INI ADALAH MOMEN BERSEJARAH BAGI AMERIKA SERIKAT, ISRAEL, DAN DUNIA. IRAN SEKARANG HARUS SETUJU UNTUK MENGAKHIRI PERANG INI. TERIMA KASIH!” tulis Trump dalam unggahannya di platform Truth Social, sebagaimana dikutip oleh The Guardian pada Minggu, 22 Juni 2025.

Presiden AS ke-45 itu juga menambahkan bahwa bom dengan muatan penuh telah dijatuhkan tepat di fasilitas utama nuklir Iran di Fordow, sebuah situs bawah tanah yang selama ini dikenal sangat dilindungi oleh sistem pertahanan udara Iran. Ia mengklaim bahwa seluruh pesawat tempur yang melakukan operasi tersebut telah meninggalkan wilayah udara Iran tanpa mengalami insiden.

Langkah agresif ini dipandang sebagai puncak dari dinamika politik militer yang telah berlangsung selama bertahun-tahun antara Iran dan blok barat, khususnya Amerika Serikat dan Israel. Banyak analis menilai bahwa keterlibatan langsung AS dalam serangan terhadap situs nuklir Iran bisa menjadi pemicu konflik regional yang lebih luas, bahkan berisiko menyeret negara-negara lain di kawasan Teluk dan Asia Barat ke dalam pusaran perang terbuka.