Babinsa Sragen Cek Kesehatan Sapi Warga Demi Ketahanan Pangan
Babinsa Koramil Gemolong Kodim 0725/Sragen melakukan pengecekan kesehatan sapi milik warga Desa Nganti untuk mencegah penyakit ternak dan menjaga produktivitas peternakan rakyat sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan daerah.
LINTASTIMURMEDIA.COM – SRAGEN – Dalam rangka memperkuat program ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di sektor peternakan, Babinsa Koramil 15/Gemolong Kodim 0725/Sragen, Sertu Sutardi bersama satu anggota lainnya, melaksanakan kegiatan pengecekan kesehatan sapi milik warga. Kegiatan ini berlangsung pada Jum’at (25/07/2025) di Dusun Kemetiran RT 12, Desa Nganti, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen.
Langkah pengecekan kesehatan hewan ternak ini merupakan bentuk nyata kepedulian Babinsa terhadap kondisi peternakan rakyat, serta sebagai upaya preventif guna mencegah potensi penyebaran penyakit pada sapi. Tujuannya jelas: menjaga produktivitas ternak warga agar tetap optimal dan terhindar dari kerugian akibat penyakit hewan menular.
Pengecekan dilakukan secara langsung ke kandang-kandang milik peternak. Sertu Sutardi memeriksa berbagai aspek kesehatan sapi, mulai dari suhu tubuh, nafsu makan, kondisi kulit, hingga tekstur dan warna kotoran sapi. Ia juga melakukan interaksi langsung dengan para peternak untuk menggali informasi terkait riwayat kesehatan sapi dan pola pemberian pakan yang selama ini diterapkan.
“Pengecekan rutin seperti ini penting untuk mendeteksi secara dini kemungkinan adanya penyakit yang bisa menyerang ternak warga. Dengan deteksi dini, kita bisa mengambil langkah cepat dan tepat dalam penanganannya. Hal ini penting untuk meminimalkan risiko penyebaran dan kerugian,” ujar Sertu Sutardi kepada media.
Beberapa indikator utama dalam pengecekan kesehatan sapi yang menjadi perhatian antara lain kondisi fisik sapi. Sapi yang sehat biasanya memiliki bulu yang mengkilap, nafsu makan baik, gerakan aktif, serta kotoran dengan tekstur dan warna normal.
“Kita juga menekankan pentingnya kebersihan kandang. Kandang yang bersih dan bebas kuman adalah kunci untuk mencegah infeksi penyakit, terutama penyakit kulit dan saluran pencernaan,” tambah Sutardi saat mendampingi warga.
Tak hanya melakukan pemeriksaan, Babinsa juga memberikan edukasi dan penyuluhan langsung kepada para peternak. Materi yang diberikan meliputi teknik merawat sapi dengan baik dan benar, manajemen kandang yang higienis, metode pemberian pakan yang bergizi dan seimbang, hingga urgensi vaksinasi ternak secara berkala.
Melalui pendekatan aktif Babinsa di lapangan, diharapkan para peternak dapat semakin memahami pentingnya kesehatan hewan ternak dalam menopang ketahanan pangan lokal dan meningkatkan produktivitas sektor peternakan di wilayah pedesaan. Kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan ekonomi berbasis peternakan rakyat.























